Kepindahan Steven Gerrard ke Aston Villa Tidak Direstui Oleh Fans Liverpool

Dunia Bola —Rabu, 17 Nov 2021 14:52
    Bagikan  
Kepindahan Steven Gerrard ke Aston Villa Tidak Direstui Oleh Fans Liverpool
Kepindahan Steven Gerrard ke Aston Villa Tidak Direstui Oleh Fans Liverpool/ Pinterest

MATAPRIANGAN

Oleh: Amir Machmud NS

STEVEN Gerrard memang berbeda.

Glasgow Rangers, Anda tahu adalah klub dengan “DNA” Inggris Raya, yang tentu berkarakter beda dari rata-rata klub Eropa daratan, semisal Barcelona di Liga Spanyol. Namun, apa jadinya ketika Rangers dia bawa membubung dengan gaya layaknya tiki-taka, bermain indah dalam wujud “tiki-taka ala Gerrard”?

Artinya, Stevie G mampu memberi sesuatu yang berbeda. Dan, boleh jadi senada dengan keberhasilan Xavi Hernandez mengusung permainan ofensif nan elok untuk klub Liga Qatar, Al Sadd.

Melihat sukses mengantar Glasgow Rangers menjuarai Liga Skotlandia musim 2020-2021 itukah maka Aston Villa merekrutnya untuk menggantikan Dean Smith? Atau ini adalah skenario yang dia susun untuk mendekat ke impian mengarsiteki Liverpool, almamater sejatinya?
Sebuah perangkat teknologi informasi, Superkomputer memprediksi, Gerrard bakal mengakhiri musim bersama Villa dengan hasil tidak memuaskan, hanya finis di peringkat ke-15, atau satu tingkat di bawah batas tiga tim terdegradasi.

Saat ini Villa berada di zona kritis, urutan ke-16 klasemen. Pelatih Dean Smith pun diberhentikan. Mereka sebelumnya kehilangan sang metronom, Jack Grealish yang direkrut klub kaya Manchester City.

Musim ini, Aston Villa sempat mengejutkan dengan kemenangan 1-0 atas Manchester United di Old Trafford, 25 September silam, tetapi setelah itu kehilangan lima laga terakhir. Pekan lalu West Mindlands dikalahkan oleh Southampton 0-1.

Terlepas dari prediksi Superkomputer, pemerhati sepak bola berharap besar terhadap kiprah legenda Liverpool itu. Stevie G diangankan menjadi kandidat pelatih berpengaruh dan memberi warna, seperti Pep Guardiola dan Juergen Klopp sekarang.

Tentulah Aston Villa mendatangkannya untuk proyek keluar dari zona medioker Liga Primer. Status yang pasti kurang nyaman. Apalagi klub ini pernah mencapai puncak kejayaan Eropa, walau sudah lama berselang pada 1982. Mereka memenangi Piala Champions setelah mengalahkan Bayern Muenchen di partai puncak.

Baca juga: Food Recipes: How To Make Potato Sticks Easily

Baca juga: Wali Kota Minta Seluruh OPD Bantu UMKM


Blunder?

Kepindahan Steven Gerrard ke Aston Villa secara tersirat “tidak direstui” oleh fans Liverpool. Dia bahkan disebut sebagai pengkhianat, karena berlabuh di klub rival The Reds. Tak sedikit yang menilai keputusannya sebagai blunder, karena dia meninggalkan Rangers, klub elite Liga Skotlandia yang sebenarnya masih bisa dia racik lagi menjadi kekuatan Eropa.

Lalu bagaimana pula dengan analisis bahwa pemain Liverpool 1997-2015 itu hanya menjadikan Villa sebagai batu loncatan? Target utamanya menuju Anfield sebagai suksesor Juergen Klopp.

Tudingan itu dibantah oleh Jamie Carragher, legenda Liverpool lainnya yang kini menjadi analis sepak bola. Carragher, yangbersama Gerrard meraih trofi Liga Champions 2005 menyebut, menjadi pelatih Liverpool bakal ada waktunya sendiri bagi Gerrard, dan sekarang ini fokusnya adalah Aston Villa.

Potensi kepelatihan pria kelahiran Liverpool yang tercatat 114 kali memperkuat tim nasional Inggris ini sudah tampak saat masih bermain. Dia

memperlihatkan bakat kuat sebagai “komandan”, punya visi, yang bahkan pada 2009 disebut sebagai pemain terbaik dunia oleh Zinedine Zidane. Kualitas teknik dan karakter leadership Gerrard tampak unggul, termasuk ketika menjadi kapten Three Lions.

Pada periode ini, tercatat sejumlah eks bintang dunia yang memilih berkarier sebagai pelatih. Misalnya Thierry Henry, Mikael Arteta, Frank Lampard, Ole Gunnar Solskjaer, Andrea Pirlo, Ryan Giggs, dan Xavi Hernandez. Sejauh ini baru Arteta yang membuktikan sentuhannya untuk Arsenal.
Lampard sempat memberi harapan di Chelsea, Henry gagal bersama AS Monaco, Pirlo belum menunjukkan tuah di Juventus, Ryan Giggs masih berjuang bersama mtim nasional Wales, dan Solskjaer belum berkontribusi impresif untuk Manchester United. Dunia juga masih menunggu sentuhan Xavi di Barcelona, setelah terbukti mampu membentuk Al Sadd di Liga Qatar sebagai klub yang fasih memainkan tiki-taka.

Baca juga: Kisah Mistis Patung Pastor H.C Verbraak di Taman Maluku Bandung

Baca juga: Simak Tips Berikut Untuk Mempertahankan Semangat Belajar


“Tiki-Taka Gerrard”

Musim ini Gerrard menjadi perhatian tersendiri. Bukan hanya karena sukses memberi gelar liga yang selama 10 tahun tak diraih Rangers; dia juga membentuk klub tersebut memainkan sepak bola impresif yang membuat Rangers disebut-sebut menyajikan “tiki-taka ala Gerrard”.

Ketika bermain, Stevie G dikenal sebagai pelari yang tak kenal lelah, gelandang dengan visi luar biasa, pemimpin sejati, penembak jitu jarak jauh, dan pencetak gol produktif untuk ukuran seorang midfielder. Sekarang, sebagai pelatih dia mendoktrinkan penempatan posisi, kecepatan, posesivitas umpan, dan disiplin menekan lawan di daerah pertahanan mereka.

Prinsip-prinsip gaya permainan yang diterapkan di Rangers mirip dengan filosofi gegenpressing Juergen Klopp di Liverpool, namun Gerrard membuat Rangers lebih tampak indah.

Catatan cemerlang dia catat: pada musim 2020/2021 membawa Glasgow Rangers tak terkalahkan dalam 38 pertandingan dengan hanya kebobolan 13 gol. Gelar liga memosisikannya sebagai pelatih muda eks pemain legendaris yang paling sukses di generasinya.

Raihan di Liga Skotlandia itukah yang membuat Gerrard diproyeksikan sebagai “master” di Liverpool, bahkan mungkin setelah era Klopp?
Jawabannya, tentu dia harus terlebih dahulu membuktikan sentuhan di Aston Villa.

Dalam perspektif global, tak hanya Villa dan Inggris yang menanti kiprah Stevie G. Masyarakat sepak bola mengikuti seperti ketika Pep Guardiola mempersembahkan ideologi permainan yang kini menjadi bagian dari fenomena sepak bola dunia.

-- Amir Machmud NS, wartawan dan kolumnis sepak bola.

Dilansir dari: Matajateng.com

Baca juga: Michael Edwards Akan Meninggalkan Direktur Liverpool Dengan Julian Ward Ditunjuk Sebagai Pengganti

Baca juga: Rumor Sterling Ke Barcelona Ditanggapi oleh Guardiola Saat Ia Membiarkan Pintu Terbuka untuk Keluarnya Pemain Sayap Man City

Baca juga: Xavi dan “Proyek Ideologis” Tiki-Taka Barcelona

Baca juga: Xavi Menjadikan Kontrak Baru Untuk Bintang Barcelona Sebagai Prioritas Utama

Editor: Laila
    Bagikan  

Berita Terkait